Kamis, 04 Oktober 2012

Gurindam


Gurindam Pasal 5 - 6

Gurindam berasal dari Tamil (India) dan merupakan satu bentuk puisi Melayu lama. Raja Ali Haji yang mengarang gurindam, menerangkan tentang gurindam sebagai berikut: "adapun arti gurindam itu, yaitu perkataan yang bersajak pada akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya sahaja, jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab”, (Raja Ali Haji, 1996: Puisi Lama Sutan Takdir Alisyahbana).
Dalam surat Raja Ali Haji kepada Roorda van Eijsinga tanggal 2 Juli 1846 ada tertulis; "Syahdan suatupun tiada cendera mata kepada sahabat kita, ha-nyalah satu surat Hikayat Sultan Abdul Muluk yang sudah kita sendiri nazamkan dengan bahasa Melayu Johor yang terpakai pada masa ini." Jadi menurut surat ini terang Raja Ali Haji sendiri yang mengarang syair Abdul Muluk ini. Tetapi menurut keterangan H. von de Wall, bukanlah Raja Ali Haji yang mengarang syair itu, tetapi saudaranya yang perempuan, yang bernarna Saleha. Adapun Raja Ali Haji itu saudara sepupu Raja Ali yang menjadi raja muda Riau dari tahun 1 844 hingga tahun 1857. (Raja Ali Haji, 1996: Puisi Lama Sutan Takdir Alisyahbana).
Ciri – ciri gurindam biasanya terdiri dari sebuah kalimat majemuk, yang dibagi jadi dua baris yang bersajak a-a, b-b, c-c dan seterusnya. Tiap-tiap baris itu sebuah kalimat  perhubungan antara anak kalimat dengan induk kalimat. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatu sebab akibat. Jumlah suku tiap-tiap baris tidak ditentukan, biasanya antara 9 sampai 15 suku kata,demikian juga iramanya tidak tetap. Baris pertama diakhiri dengan tanda koma, sedangkan baris kedua diakhiri dengan tanda titik. Maksud gurindam secara sederhana ialah mengatakan suatu kebenaran pepatah atau peribahasa, berisi nasihat agar lebih berhati-hati dalam berperilaku.







  1. Gurindam Pasal V dan VI

Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa.

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

  1. Analisis
  1. Analisis Gurindam Pasal 5
Pasal v
Isi/maksud
Nilai
Pesan
Bait I:
Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa.

Orang yang berbangsa adalah orang yang memiliki budi dan bahasa yang baik.
Nilai moral
Jadilah orang yang berbangsa seperti yang diartikan dalam bait tersebut.
Bait II
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.


Orang yang bahagia adalah orang yang memiliki ketrentaman dalam hatinya. Orang yang berbahagia juga memperhatikan hal-hal kecil yang terkadang orang lain tidak pedulikan.
Nilai moral
Jangan terlalu mementingkan hal-hal  yang bersifat duniawi atau sia sia. Seperti harta atau semacamnya. Tetapi kita harus memikirkan hal-hal tentang akhirat.
Bait III
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.

Orang mulia adalah orang yang memiliki perilaku yang baik. Jika kita ingin mengenal orang mulia maka akan tercermin dari perilaku orang tersebut.
Nilai moral
Sebaiknya kita jangan sembarangan menilai seseorang. Kita harus melihat kepribadiannya terlebih dahulu.
Bait IV
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Orang yang berilmu adalah orang yang tidak sombong sehingga ia tidak malu bertanya dan terus belajar. Seseorang yang berilmu biasanya tidak bosan untuk bertanya dan belajar
Nilai moral
Jangan bosan untuk bertanya dan belajar jika ingin menjadi seseorang yang berilmu.
Bait V

Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.

Orang berakal adalah orang yang selalu berfikir dalam bertindak. Seseorang yang berakal pasti memiliki sesuatu untuk bekal didunia dan di akhirat.
Nilai moral
Kita harus memiliki ilmu agar dapat menjadi pegangan hidup kita selama di dunia dan menyelamatkan kita di akhirat.
Bait VI

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Perilaku seseorang dapat terlihat saat orang tersebut berada di tengah masyarakat.
Nilai moral
Berperilakulah yang baik di tengah masyarakat. Karena perilaku kita akan mencerminkan kepribadian kita dan mempengaruhi penilaian masayarakat terhadap kita.

  1. Analisi Gurindam Pasal 6
PASAL VI
Isi/maksud
Nilai
Pesan
Bait I

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.

Sahabat adalah seseorang yang dapat menerima kita apa adanya dan setia. Carilah seorang sahabat yang mau berbagi kasih dengan kita
Nilai moral
Sebaiknya kita harus pintar pintar memilih seorang sahabat
Bait II
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Guru adalah seseorang ataupun benda mati seperti buku yang dapat memberikan  ilmu kepada kita. Carilah seorang guru yang bersedia menjadi tempat kita bertanya
Nilai moral
Janganlah malu untuk bertanya kepada guru (buku, teman, guru pembimbing) untuk memberikan ilmu kepada kita.
Bait III
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.


Carilah seorang istri yang mau dan bersedia untuk selalu berbakti kepada suamiya.
Nilai moral
Sebagai seorang istri yang baik seharusnya taat dan patuh kepada suaminya
Bait IV
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Pilihlah teman yang mau setia kepada kita
Nilai moral
Kita harus memilih teman yang dapat menerima kita dalam keadaan terbaik maupun terburuk kita
Bait V

Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Sebaiknya memilih seorang pengikut itu harus yang memiliki budi pekerti yang baik.
Nilai moral
Jangan sembarang memilih orang untuk mendapatkan kepercayaan sebelum kita mengenal kepribadian mereka




Gurindam
Ciri-ciri
Pasal V
-      Bersajak a-a, b-b,c-c dan seterusnya
-      Terdiri dari 2 baris dalam satu bait
-      Berisi nilai moral
-      Jumlah suku kata tiap baris berkisar 11-16 suku kata
Pasal VI

-      Bersajak a-a, b-b,c-c dan seterusnya
-      Terdiri dari 2 baris dalam satu bait
-      Berisi nilai moral
-      Jumlah suku kata tiap baris berkisar 9-12 suku kata


  1. Kesimpulan
Gurindam pasal V dan VI merupakan bentuk puisi lama yang berasal dari melayu. Gurindam memiliki cirri-ciri fisik yaitu, bersajak a-a,b-b,c-c dan seterusnya, terdiri dari 2 baris dalam satu bait, terdiri dari 9-16 suku kata. Gurindam pasal V dan VI berisi nilai moral yang mengandung nasehat-nasehat dan mengajarkan manusia dalam bertingkah laku dalam bermasyarakat.


Pustaka Acuan:
Alisyahbana, Sutan Takdir.1996. Puisi lama. Jakarta: Ismail.
Sundiawan, Awan. 2008. Mengenal Gurindam. Jakarta: Regina.
Boediono.2003. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Terbaru. Jakarta: Bintang Indonesia (12 Juli 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar